SISTEM LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN
Oleh: Meisy Pratiwi
Oleh: Meisy Pratiwi
Pendahuluan
Perpustakaan merupakan salah satu
lembaga yang didalamnya menyimpan berbagai informasi berupa bahan pustaka dalam
bentuk tercetak maupun terekam dalam berbagai media atau buku, majalah, surat
kabar, film, kaset, tape recorder, video, dan lain-lain . Ada dua kegiatan
besar dalam suatu perpustakaan yaitu kegiatan layanan dan kegiatan teknis. Kegiatan
layanan perpustakaan meliputi layanan sirkulasi dan layanan referensi. Adapun kegiatan
teknis meliputi pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, pembelian
bahan pustaka, pengkatalogan, klasifikasi dan sebagainya.
Dalam tulisan ini, saya akan membahas
mengenai sistem layanan sirkulasi di perpustakaan. Layanan sirkulasi merupakan layanan yang berhubungan langsung dengan pemustaka, mulai dari peminjaman buku,
pengembalian buku, mengurus kartu keanggotaan, perpanjangan buku, penagihan
(denda), sanksi dan memberikan keterangan bebas pinjam. Oleh karena itu, baik
buruknya citra perpustakaan juga ditentukan oleh bagian layanan. Jika layanan
yang diberikan oleh perpustakaan baik maka citra perpustakaan pun dapat terjaga
dimata pengguna perpustakaan tersebut.
Secara garis besar sistem layanan
sirkulasi di perpustakaan ada dua yaitu sistem layanan terbuka dan sistem
layanan tertutup. Kedua sistem layanan ini memiliki keuntungan dan kerugian
masing-masing.
Pengertian Layanan Sirkulasi
Kata “sirkulasi” berasal dari bahasa
Inggris “circulation”, yang mempunyai
arti perputaran atau peredaran. Pelayanan sirkulasi adalah kegiatan kerja yang
berupa pemberian bantuan kepada pemakai perpustakaan dalam proses peminjaman
dan pengembalian bahan pustaka. Kegiatan peminjaman dan pengembalian buku
inilah yang sering dikenal dengan nama sirkulasi. Bagian ini, terutama meja
sirkulasi, sering kali dianggap sebagai ujung tombak jasa perpustakaan, karena
bagian inilah yang pertama kali berhubungan langsung dengan pemustaka serta
paling sering digunakan pemustaka. Karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat
berpengaruh terhadap citra perpustakaan.
Layanan
sirkulasi merupakan unsur penting dalam kegiatan perpustakaan. Bagian sirkulasi
menyangkut masalah peredaran bahan-bahan pustaka yang dimiliki pepustakaan
dengan para pemustakanya. Besarnya koleksi dan jumlah pemustaka di perpustakaan
merupakan faktor yang penting dalam menentukan siapa-siapa saja yang boleh
meminjam, jenis dan jumlah buku yang boleh dipinjam, sistem peminjaman yang
digunakan dan lamanya waktu peminjaman.
Layanan
sirkulasi adalah kegiatan melayani pemakai jasa perpustakaan dalam pemesanan,
peminjaman, dan pengembalian bahan pustaka beserta penyelesaian
administrasinya. Bahan pustaka yang boleh dan dapat dipinjam dibaca di luar
perpustakaan pada umumnya adalah koleksi umum (non-referensi). Petugas layanan
harus meneliti dan mengecek kondisi bahan pustaka yang akan dipinjam atau
dikembalikan, antara lain dalam hal keutuhan dan kelengkapan jumlah halaman,
dan ada atau tidaknya coretan, dan lain sebagainya (NS, Sutarno, 2006: 94).
Layanan
sirkulasi merupakan denyut nadi semua kegiatan perpustakaan, karena kegiatan
layanan peminjaman dan pengembalian bahan pemustaka merupakan jasa layanan yang
secara langsung bisa dirasakan oleh pemustaka. Keberhasilan suatu perpustakaan
salah satunya diukur sampai seberapa jauh layanan sirkulasi dapat memenuhi
kebutuhan pemustaka.
Sistem Layanan Sirkulasi
Menurut
Suherman (2013:135) Sistem layanan perpustakaan memiliki dua jenis layanan,
yaitu:
a. Layanan Sistem Tertutup
Sistem
layanan tertutup adalah sistem layanan perpustakaan yang tidak memungkinkan
pemakai perpustakaan mengambil sendiri bahan pustaka di perpustakaan. Dalam sistem
tertutup, pemakai perpustakaan tidak bisa melakukan pencarian sendiri bahan
pustaka, sehingga pemakai tidak bisa menemukan alternatif bahan pustaka yang
dibutuhkan, akan tetapi diambilkan oleh petugas setelah mengisi formulir
tertentu yang telah disediakan. Konsekuensi dari layanan ini adalah harus
tersedianya katalog buku. Pengunjung dapat mencari buku yang diinginkannya melalui
katalog ini dan disini juga petugas harus mengajarkan kepada pengunjung tentang
kegunaan katalog.
Kelebihan layanan
sistem tertutup:
1) Jajaran
koleksi akan tetap terjaga kerapiannya karena hanya petugas perpustakaan yang
boleh masuk kejajaran koleksi
2) Kemungkinan
terjadinya kehilangan atau perobekan bahan pustaka dapat ditekan karena pemakai
tidak dapat melakukan akses langsung ke jajaran koleksi
3) Ruangan
untuk koleksi tidak terlalu luas, karena lalu lintas menusia/mobilitas petugas
di daerah jajaran koleksi relatif rendah
4) Untuk
koleksi yang sangat rentan terhadap kerusakan maka sistem ini sangat sesuai.
Kekurangan dengan menggunakan sistem
layanan tertutup, yaitu:
1)
Petugas banyak mengeluarkan energi untuk melayani peminjaman.
2)
Prosedur peminjaman tidak bisa cepat (harus menunggu giliran dilayani bila
antrian panjang).
3) Sejumlah koleksi tidak pernah disentuh atau
dipinjam.
b.
Layanan Terbuka
Pada
layanan terbuka pengunjung bebas untuk meminjam koleksi apa pun. Tentu saja
setelah melalui proses administrasi yang telah dibuat oleh perpustakaan. Sistem
simpan- pinjam bahan pustaka dibuat supaya semua transaksi terkontrol untuk
menghindari kemungkinan hilangnya bahan pustaka.
Kelebihan dengan
menggunakan sistem layanan terbuka, yaitu:
1) Menghemat tenaga,
karena petugas tidak perlu mengambilkan koleksi yang akan dipinjam karena
pemustaka bisa langsung mengambil sendiri di rak.
2) Memungkinkan memilih judul lain yang
sesuai, apabila tidak menemukan koleksi yang dicari.
3) Mengurangi
kemungkinan terjadinya salah paham antara pemustaka dan petugas.
Kekurangan dengan
menggunakan sistem layanan terbuka, yaitu:
1) Memerlukan tenaga
ekstra untuk mengembalikan dan menyusun koleksi yang letaknya salah.
2) Koleksi akan cepat rusak karena sering
dipegang
3) Memerlukan ruangan
yang relatif lebih luas, untuk pengaturan rak agar pemustaka leluasa memilih
koleksi Sistem layanan sirkulasi yang diterapkan di antaranya adalah sistem
manual dan sistem otomasi. Sistem manual merupakan sistem dalam layanan
sirkulasi yang masih menggunakan cara yang manual tanpa fasilitas komputer.
Sedangkan sistem otomasi adalah keseluruhan aktivitas layanan sirkulasi
dikerjakan dengan memanfaatkan fasilitas komputer.
Prosedur Layanan Sirkulasi
Tugas
pokok layanan sirkulasi ada 2 yaitu:
a.
Prosedur Peminjaman Buku Ada beberapa langkah yang ditempuh oleh peminjam dan
petugas perpustakaan dalam hal melayani peminjaman, khusus untuk jenis koleksi
yang bisa di pinjam keluar, yakni sebagai berikut:
1) Dalam sistem pelayanan teruka (dan sebaiknya
terbuka), para peminjam bisa mencari buku yang dibutuhkannya melalui kartu
katalog. Baru setelah menemukan buku yang diinginkannya, meminjam bisa
mencarinya pada raknya sesuai dengan yang ditunjukkan oleh kartu katalog tadi.
Setelah peminjam menemukan buku yang dicarinya itu, maka dia langsung menyerahkannya
kepada petugas untuk diproses.
2) Di sini petugas mulai bekerja. Pertama-tama
petugas harus mengeluarkan kartu buku dari kantongnya, kemudian menuliskan nama
peminjam dan tanggal buku tersebut harus dikembalikan pada kartu buku. Lama
peminjaman ditetapkan oleh pihak perpustakaan.
3) Selanjutnya petugas menuliskan tanggal kembali
pada lembar tanggal kembali yang diselipkan di bagian belakang setiap buku,
dengan maksud agar peminjam bisa mengetahui kapan harus mengembalikan buku yang
dipinjamnya tadi. Kemudian buku diserahkan kepada peminjam oleh petugas.
4) Pekerjaan petugas selanjutnya adalah mengisi
kartu peminjaman sesuai dengan lajur-lajurnya atau kolomnya, kecuali kolom
tanggal kembali yang baru diisi pada saat peminjam mengembalikan buku.
5) Kegiatan
terakhir dari peminjaman koleksi atau buku ini adalah petugas mulai menyusun
kartu buku dan kartu peminjaman ke dalam lacinya masing-masing. Kartu buku
disusun berdasarkan urutan tanggal kembali dan nomor klasifikasinya. Sedangkan
kartu peminjaman disusun berdasarkan urutan abjad nama peminjam.
b.
Prosedur Pengembalian Buku Ada beberapa langkah alam prosedur pengembalian buku
ke perpustakaan, yakni sebagai berikut:
1) Buku-buku yang dikembalikan oleh
peminjam ke perpustakaan, yang pertama dilakukan oleh petugas adalah memeriksa
buku-buku tersebut kalau ada yang rusak. Jika terdapat kerusakan, misalnya,
maka peminjam dikenakan denda dengan sesuai tingkat rusak yang ada. Bahkan jika
rusaknya cukup parah sehingga tidak mungkin bisa dipergunakan lagi, maka
sebaiknya peminjam disuruh mengganti buku yang rusak tadi, ditambah biaya
perlengkapannya.
2) Setelah diperiksa dan ternyata dalam
keadaan utuh, maka petugas mengambil kartu buku dan memasukkannya kembali ke
kantong buku yang bersangkutan. Kemudian petugas mencatat tanggal pengembalian
yang terdapat pada kartu peminjaman.
3) Pekerjaan petugas selanjutnya adalah
menyimpan kartu peminjaman kembali pada lacinya, dan buku tersebut segera di
isikan pada raknya (Rochjani, S, 2011: 5-6).
Syarat Sirkulasi
Menurut
Lasa HS (2013:203) Syarat-syarat sirkulasi yang yang baik, yakni:
a.
Mekanisme kerja yang dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan benar. Sistem
kerja manual dengan mesin (seperti komputer) hendaknya dapat dicapai dan
diselesaikan dengan cepat, tepat, dan benar.
b.
Dapat menjaga keamanan koleksi dan pemakai. Sistem pengaturan ruangan, pintu,
dan perabotan hendaknya dapat menciptakan keamanan koleksi, baik dari pencurian
maupun penyobekan pustaka. Untuk itu apabila kondisi memungkinkan, kiranya
dapat dipasang pintu pengaman, pintu putar, CCTV, atau pengawasan keluar masuk
pengunjung oleh petugas khusus.
c.
Administrasi sirkulasi yang tepat. Sistem pencatatan sirkulasi hendaknya dapat
dilakukan dengan benar, praktis, dan tidak menimbulkan ke salah- paham dengan
pemustaka. Untuk itu dalam penerapan administrasi sirkulasi hendaknya
dipertimbangkan seteliti mungkin.
Kesimpulan
Layanan
sirkulasi merupakan unsur penting dalam kegiatan perpustakaan. Bagian sirkulasi
menyangkut masalah peredaran bahan-bahan pustaka yang dimiliki pepustakaan
dengan para pemustakanya. Besarnya koleksi dan jumlah pemustaka di perpustakaan
merupakan faktor yang penting dalam menentukan siapa-siapa saja yang boleh
meminjam, jenis dan jumlah buku yang boleh dipinjam, sistem peminjaman yang
digunakan dan lamanya waktu peminjaman. Sistem layanan sirkulasi di
perpustakaan terbagi menjadi dua, yaitu: layanan terbuka dan layanan tertutup. Kedua-duanya
memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Namun saat ini kebanyakan
perpustakaan sudah menggunakan sistem layanan terbuka karena lebih memudahkan
pemustaka untuk mencari buku yang diinginkannya.
Daftar Pustaka
Anwar,
Sudirman, dkk. (2019). Manajemen
Perpustakaan. Riau: PT. Indragiri.
205
Darmono.
(2007). Perpustakaan Sekolah: Pendekatan
Aspek Manajemen dan Tata. Jakarta: Grasindo.
HS,
Lasa. (1994). Jenis-jenis Pelayanan
Informasi Perpustakaan. Yogyakarta: UGM Pres
NS,
Sutarno. (2006). Manajemen Perpustakaan.
Jakarta: Sagung Seto.
Rahmah,
Elva. (2016). Akses dan Layanan
Perpustakaan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Rochjani,
S. (n.d.). Pelayanan Perpustakaan
Sekolah. pp. 5-6. Retrieved Desember21,
2016,fromhttp://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/pdfsiti/pelayanan
%20perpustakaan%20sekolah.pdf
Suherman.
(2009). Perpustakaan Sebagai Jantung
Sekolah. Bandung: Literate.
Kereeennnnn😂😍
BalasHapusBanyak dapusnya, paten
BalasHapusPanjang infonya ya kak, ditunggu updatenya lagi
BalasHapusInfonya bagus mba,semangat terus
BalasHapusThanks for your information kak cemungut:v
BalasHapusWaah Iformasi nya Bguss
BalasHapus