Sumber Informasi Sosial dan Humaniora
Oleh:
Meisy Pratiwi
Pendahuluan
Perpustakaan
sebagai sumber informasi sosial artinya perpustakaan merupakan pusat informasi
yang disediakan untuk pengguna perpustakaan khususnya masyarakat informasi. Perpustkaan
memiliki fungsi sebagai tempat untuk menyimpan, melestarikan, dan
menyebarluaskan informasi dari masa ke masa. Dalam mengambil keputusan pun
seseorang memerlukan adanya informasi yang tepat, cepat dan akurat agar tidak
salah dalam mengambil keputusan.
Perpustakaan
menyediakan berbagai sumber informasi seperti sumber informasi primer,
sekunder, tersier, terbitan berseri, koleksi referensi dan sumber informasi
melalui media sosial lainnya. Perpustakaan memiliki hubungan erat dengan
masyarakat. Kepustakawanan sebagai seni dan ilmu dalam akuisisi, preservasi,
dan temu kembali informasi baik yang tertulis mauapun terekam yang bertujuan
untuk memaksimalkan akses dan pemanfaatan informasi bagi masyarakat. Karena perpustakaan
lah pusatnya informasi. Oleh karena itu, masyarakat informasi akan lebih
memiliki keunggulan dari pada masyarakat umum dalam segala aspek. Masyarakat yang
paham akan informasi pasti memiliki karakter dan sifat yang baik selama
informasi yang ia dapatkan infromasi yang mutlak kebenarannya. Jadi sudah
sewajarnya perpustakaan lah yang dijadikan sebagai sumber informasi bagi
masyarakat sosial sehingga dapat meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dan
memiliki adab yang baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat lainnya.
Sumber Informasi Sosial
Menurut
Yusuf, (1995 : 16) sumber informasi adalah wadah dari isi tesebut, dan pusat
sumber informasi adalah tempat terkumpulnya sumbersumber informasi atau
wadah-wadah tadi. Kalau isi suatu buku adalah informasinya, maka disebut dengan
sumber informasi adalah buku itu sendiri yang berfungsi sebagai penyimpanan
atau penampungan informasi, sedangkan pusat sumber informasi bisa bermakna
tempat terkumpulnya buku-buku atau sumber-sumber informasi buku atau sumber-sumber
lainnya. Pusat sumber informasi perpustakaan hendaknya kita tafsirkan sebagai
sumber informasi yang diolah dan mempunyai makna-makna dan informasi penting
yang dibutuhkan pengguna untuk mencari beragam informasi.
Menurut
Saleh, Abdul Rahman (2009: 14) sumber informasi perpustakaan dijelaskan sebagai
berikut :
1) Sumber
Informasi Primer
Yaitu sumber informasi
yang memuat informasi asli yang dapat dituangkan dalam bentuk kata, gambar,
ataupun objek lainnya. Literatur primer
dapat ditemui dan dipakai dalam mencari informasi guna mendukung penulisan hasil penelitian dan
observasi baik dalam bentuk tesis, disertasi dan skripsi maupun dalam bentuk
laporan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah dan dalam bentuk
lainnya. Contoh dari sumber informasi primer antara lain: korespondesi, buku
harian, artefak, data penelitian, rekaman sejarah lisan, poto, Koran, peta,
naskah kuno, dan lain-lain.
2) Sumber
Informasi Primer
Sumber informasi
Sekunder adalah segala jenis ringkasan sumber primer, dan merupakan alat bantu
untuk menemukan sumber primer. Contoh yaitu Ensiklopedia, Kamus, Bibliografi,
kumpulan indeks, kumpulan abstrak, sumber biografi dan katalog perpustakaan.
(Soeatminah : 50-51).
3) Sumber
Informasi Tersier
Sumber tersier adalah
ringkasan atau gabungan dari sumber informasi primer dan sekunder. Contohnya
yaitu indeks, abstrak, almanak, ensiklopedia, bibliografi.
4) Sumber
Informasi Referensi
Merupakan terbitan
khusus yang direncanakan dan ditulis dengan maksud untuk berkonsultasi mengenai
suatu hal atau informasi tertentu dan disusun secara alfabetis, kronologis atau
menggunakan indeks yang rinci. Seperti kamus, ensiklopedi, buku pegangan, kamus
biografi, atlas, gazetters.
5) Sumber
Informasi melalui Internet
Penelusuran Informasi melalui
Komputer dan Internet Penelusuran informasi melalui komputer dan media internet
telah membawa orang untuk menembus batasan-batasan yang semula ada pada teknik
penelusuran informasi secara manual atau konvensional. Melalui OPAC, Search Engine, Database Online dan
fasilitas lainnya pemakai perpustakaan akan lebih mudah mendapatkan informasi
yang dikehendaki, dengan jenis dan macam apa yang dibutuhkan.
Hubungan Ilmu Perpustakaan dengan
Humaniora
Perpustakaan
merupakan lembaga yang mengelola berbagai informasi yang terdiri dari berbagai
jenis seperti monograf, rekaman suara, gambar, peta dan lain sebagainya. Kepustakawanan
sebagai seni dan ilmu dalam akuisisi, preservasi, dan temu kembali informasi
baik yang tertulis mauapun terekam yang bertujuan untuk memaksimalkan akses dan
pemanfaatan informasi bagi masyarakat. Secanggih apapun software dan hardware,
peran brainware (manusia) tetap berperan penting untuk mencapai tujuan
tersebut. Pustakawan memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan suatu
perpustakaan. Mereka harus bisa menganalisis kebutuhan akan penerapan teknologi
informasi.
Humaniora
adalah “ilmu-ilmu pengetahuan yang bertujuan membuat manusia lebih manusiawi
dan lebih berbudaya”. Humaniora meliputi filsafat, hukum, sejarah, bahasa,
sastra, seni, dan sebagainya. Ilmu sosial dan humaniora sebenarnya sama-sama
menjadikan manusia beserta praktiknya yang menghasilkan dinamika gejala sosial.
Oleh karena itu ilmu sosial dan humaniora disandingkan secara bersamaan sebagai
ilmu sosial kemanusiaan.
Perpustakaan
dan humaniora memiliki hubungan yang erat karena kedua-duanya berkaitan dengan
masyarakat. Layanan yang ada diperpustakaan dapat mempengaruhi perilaku
masyarakat. Begitu juga dengan koleksi yang ada didalamnya. Oleh karena itu
citra baik perpustakaan dapat dilihat dari layanan yang diberikan oleh
pustakawan kepada pemustaka. Jika layanan yang diberikan dengan prima dan
memuaskan, maka baiklah citra perpustakaan dihadapan masyarakat. Membaca dapat
menjadikan manusia lebih berbudaya dan memiliki kepribadian yang baik, lebih
menghargai orang lain dan pastinya memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang
tinggi.
Kesimpulan
Dari
beberapa penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwasannya perpustakaan sebagai
sumber informasi memiliki pengaruh yang besar terhadap masyarakat pengguna. Perpustakaan
adalah tempat penyimpanan bahan pustaka yang disusun secara sistematis untuk
memudahkan pengguna mencari informasi. Sumber informasi tersebut meliputi
sumber informasi primer, sekunder, tersier, terbitan berseri, koleksi referensi
dan sumber informasi lainnya.
Daftar Pustaka
Saleh, Abdul Rahman. 2009. Pengantar Kepustakaan. Jakarta : Sagung Seto.
Soeatminah.
1992. Perpustakaan Kepustakawanan dan Pustakawan. Jakarta : Kanisius.
Yusuf, Pawit M. 1995. Pedoman Praktis Mencari Informasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.