Sistem Layanan Sirkulasi Mandiri (Self-Service System) di Perpustakaan
Universitas Sumatera Utara
Oleh: Meisy Pratiwi
Abstrak
Sistem
layanan mandiri (self-service) pada
perpustakaan berarti sistem peminjaman, perpanjangan, atau pengembalian buku
yang dilakukan oleh pemustaka sendiri tanpa bantuan pustakawan atau pun layanan
perpustakaan lainnya yang tidak dibantu oleh petugas. Beberapa perpustakaan
sudah menerapkan teknologi self-service
pada layanan sirkulasi termasuk perpustakaan USU. Pada layanan mandiri,
pemustaka yang ingin melakukan peminjaman/ pengembalian buku cukup datang langsung
ke mesin layanan mandiri. Oleh karena itu pada perpustakaan yang menerapkan
layanan sirkulasi berbasis komputer (layanan sirkulasi terotomasi) atau self-service maka diperlukan perangkat
keras dan perangkat lunak tertentu, serta sistem jaringan.
Kata
Kunci: layanan sirkulasi, self-service,
perpustakaan USU
Pendahuluan
Perpustakaan
sebagai jantung perguruan tinggi merupakan salah satu sarana pendidikan
penunjang kegiatan belajar-mengajar mahasiswa dan dosen serta staf akademika
lainnya yang memegang peranan sangat penting dalam memacu tercapainya Tri
Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada
masyarakat. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas perpustakaan Perguruan Tinggi
untuk menyediakan koleksi, mengembangkan, mengola dan merawat bahan pustaka,
memberikan layanan dan melaksanakan administrasi perpustakaan. Memberikan
layanan merupakan tugas penting yang dilakukan langsung kepada pengguna,
sehingga sudah sepatutnya dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Salah
satu pelayanan perpustakaan yang berhubungan langsung dengan pengguna dan
sering digunakan oleh pengguna adalah pelayanan sirkulasi, sehingga pelayanan
sirkulasi dituntut untuk senantiasa memberikan layanan yang serba cepat. Saat ini
perpustakaan ada yang menerapkan layanan sirkulasi dengan bantuan pustakawan,
namun ada juga perpustakaan yang sudah menerapkan layanan sirkulasi mandiri
atau self-service system seperti
perpustakaan USU. Perpustakaan yang sudah menerapkan sistem layanan mandiri ini
akan sangat berbeda manajemennya dengan sistem layanan yang dilayanai oleh
pustakawan.
Pelayanan
sirkulasi di perpustakaan USU menggunakan sistem otomasi dalam melaksanakan
kegiatannya khususnya ada layanan mandiri yang dapat dipakai pengguna secara
langsung karena pada dasarnya pelayanan sirkulasin memerlukan sistem yang efisien
dan mudah dijalankan agar pengguna dapat melakukan transaksi dengan cepat,
tepat, dan akurat yang pada akhirnya mampu meningkatkan tingkat efektivas
layanan.
Kajian Teori
1. Pengertian
Sirkulasi
Layanan
sirkulasi merupakan salah satu layanan perpustakaan yang disediakan kepada
pengguna yang ingin meminjam buku untuk dibaca
di rumah atau di luar perpustakaan. Kata sirkulasi berasal dari Bahasa
Inggris “circulation” yang berarti
perputaran atau peredaran, sedangkan dalam ilmu perpustakaan kata sirkulasi
berarti pemanfaatan bahan pustaka. Menurut Lasa (2008: 213) “sirkulasi adalah
semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan dan
penggunaan koleksi dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna
jasa perpustakaan.
2.
Self-Service
System
Sistem
layanan mandiri bukan saja menyangkut mesin peminjaman atau pengembalian
mandiri tetapi juga bias menyangkut pendaftaran anggota secara mandiri. Layanan
mandiri merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi yaitu aplikasi
teknologi pada bidang pelayanan jasa yang dikenal sebagai teknologi berbasis
layanan mandiri (self service
technologies). Meuter et. al. (2005: 61) menyatakan bahwa :
“self
service technologies as technological interfaces that allow customers to
produce services independent of direct service employee involvement”.
Berdasarkan uraian di atas bahwa sistem layanan
mandiri pada perpustakaan merupakan sistem peminjaman/perpanjangan/pengembalian
buku yang dilakukan oleh pemustaka secara langsung menggunakan mesin teknologi
tanpa bantuan petugas perpustakaan atau pustakawan.
3. Manfaat
Layanan Mandiri
Menurut
Holt dalam Brady at.al (2011: 14) manfaat sistem layanan mandiri di
perpustakaan yaitu:
1) Staff
experience health benefits through a decrease in manual work and a reduced risk
of repetitive motion syndrome injuries.
2) Customers
benefit from more value added service.
3) Library
management benefits from more efficient processe.
Pembahasan
a. Profil
Perpustakaan USU
Perpustakaan
USU dimulai dengan berdirinya Universitas Sumatera Utara pada 20 Agustus 1952. Perpustakaan
pertama yang didirikan di lingkungan USU adalah perpustakaan kedokteran (1952)
dan kemudian disusul oleh perpustakaan fakultas hukum (1954). Pada tahun 1970
berdiri perpustakaan pusat disamping fakultas yang telah berdiri sebelumnya. Kemudian
pada tahun 1987, seluruh perpustakaan di
lingkungan USU bergabung dan pindah ke gedung baru seluas 6.090 m2 yang
terletak ditengah-tengah kampus USU Padang Bulan.
Gedung
perpustakaan USU terdiri dari 4 lantai dengan
fasilitas yang sangat baik. Perpustakaan USU memiliki sumber daya
informasi yang variatif baik koleksi cetak maupun non cetak, dan juga melanggan
database journal online. Lebih dari 80% koleksi perpustakaan adalah elektronik.
Jumlah keseluruhan koleksi perpustakaan USU adalah 2.2231.194 item.
b. Sistem
layanan sirkulasi di perpustakaan USU
Pelayanan sirkulasi di
perpustakaan USU menggunakan sistem informasi manajemen perpustakaan online. Pengguna
juga dapat melakukan transaksi sirkulasi mandiri melalui mesin anjungan
peminjaman mandiri dan pengembalian mandiri.
Langkah-langkah
peminjaman mandiri di perpustakaan USU:
1) Pengguna
mengambil dan menbawa buku ke mesin peminjaman mandiri.
2) Sentuh
layar monitor
3) Pilih
menu pinjam
4) Scan
kartu anggota
5) Letakkan
buku pada anjungan
6) Pastikan
pinjaman telah direkam
7) Tekan
print, jika peminjaman telah selesai
8) Ambil
bukti srruk peminjaman dan simpan
Di
dalam sistem layana peminjaman mandiri menggunakan mesin layanan mandiri yang
disebut self loan station kiosk. Seiring
dengan layar sentuh yang mudah digunakan dan petunjuk langkah demi langkah,
desain khusus membantu pengguna menempatkan koleksi di mesin peminjaman dengan
benar.
Perpustakaan
USU menyediakan satu unit mesin peminjaman buku mandiri yang dapat digunakan
langsung oleh pengguna untuk meminjam buku.
Langkah-langkah
pengembalian buku di perpustakaan USU:
1) Membawa
buku yang akan dikembalikan ke mesin pengembalian mandiri
2) Dekatkan
buku pada jendela pengembalian
3) Pastikan
lampu hijau telah menyala
4) Buka
pintu box
5) Masukkan
buku
6) Pintu
ditutup setelah buku dimasukkan
7)
Ambil bukti struk pengembalian dan simpan
Ambil bukti struk pengembalian dan simpan
![]() ![]() |
|||
Di dalam sistem layanan pengembalian buku mandiri menggunakan mesin layanan mandiri yang disebut return chute with receipt, menangani pengembalian (chek-in) dan pemilahan buku menjadi lebih efisien. Perpustakaan USU menyediakan satu unit mesin pengembalian buku mandiri yang dapat digunakan langsung oleh pengguna untuk mengembalikan buku yang telah dipinjam. Apabila pengguna ingin mengetahui status peminjaman dan pengembalian buku yang pernah dilakukan dapat dilihat melalui OPAC Perpustakaan USU http://digilib.usu.ac.id/.
c. Perangkat
Keras Layanan Sirkulasi Mandiri Perpustakaan USU
1)
Designer
Clear Security Gates
Security
gate adalah gerbang yang dapat mendeteksi RFID Tag yang aktif pada buku dan
mengidentifikasi nomor induk buku yang menyebabkan sistem alarm aktif, apabila
ada koleksi yang dibawa keluar tanpa dipinjam terlebih dahulu maka alarm akan
berbunyi yang menandakan terjadi pencurian buku atau transaksi yang gagal.
2)
Circulation
Assisten-High Power
Berfungsi
mengubah terminal computer yang ada di dalam perpustakaan menjadi perangkat
pemrosesan/ perangkat sirkulasi. RFID high
power circulation assistant digunakan sebagai alat baca dan tulis RFID Tags
serta dapat dihubungkan langsung dengan sistem perangkat lunak manajemen
perpustakaan secara mudah.
3) RFID
Tags
Menggunakan
chip NXP SLIX dengan antenna race track
srtepless joint. Jumlah memori yang dapat deprogram minimum 1012 bits, bekerja
pada frekuensi 13,56 MHz. Ukuran dari RFID Tags adalah 49 mm x 81 mm,
disediakan dalam bentuk roll yang berisi 1000 RFID Tags. Semua RFID Tags harus
dijamin untuk seumur hidup dari item dimana tag tersebut digunakan atau
ditempel pertama kali.
4)
Mobile
Scanning Unit
Alat
yang digunakan untuk stock opname
buku tanpa menutup layanan perpustakaan. Dapat memproses stock opname hingga 12.000
buku dalam waktu 1 jam. Dapat menemukan buku yang sudah ditempelkan RFID Tag. Dapat
mengaktifkan status RFID Tag pada koleksi buku.
5)
Self
Loan Station Kiosk
Berfungsi
sebagai kios untuk peminjaman dan perpanjangan buku secara otomatis tanpa
petugas. Berukuran tinggi 1699 mm, lebar 1100 mm. Dilengkapi layah Touch Screen 19 inch dan Thermal Receipt Printer. Sudah dilengkapi
dengan tampilan untuk memudahkan peminjaman secara mandiri. Dilengkapi pilihan
bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Interface untuk komunikasi dengan
menggunakan Ethenet. Meja anti gores, dapat menahan bebab hingga 80 kg.
dilengkapi barcode reader untuk membaca kartu anggota perpustakaan. Dapat ditambahkan
aksesoris RFID Card reader untuk membaca kartu RFID perpustakaan. Dapat ditambahkan
artwork dibagian atas sebagai identitas alat dan panduan penggunaan alat.
6)
Return
Chute With Receipt
Berfungsi
untuk pengembalian buku otomatis secara aman tanpa petugas. Secara otomatis
terkunci dan hanya dapat dibuka dengan buku perpustakaan yang sudah ditempelkan
RFID Tags. Terbuat dari bahan stainless steel untuk ketahanan terhadap
lingkungan dan korosi. Dilengkapi receipt
printer untuk mencetak struk pengembalian buku. Dapat mengeluarkan alarm
bunyi apabila alat dibuka terus dalam jangka waktu yang cukup lama. Dilengkapi indicator
status berupa LED 3 warna. Interface untuk
komunikasi menggunakan ethenet. Pada bagian depat alat dapat dipasang artwork sebagai panduan penggunaan alat.
d. Perangkat
lunak sistem layanan sirkulasi mandiri di perpustakaan USU
LIBAS
(Library Automation System) adalah
perangkat lunak yang beroperasi berdasarkan pangkalan data untuk mengotomasikan
kegiatan perpustakaan USU. Sistem ini digunakan untuk menjalankan kegiatan
perpustakaan seperti kegiatan input data, sirkulasi maupun keanggotaan.
Kesimpulan
Dari
penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem layanan sirkulasi di
perpustakaan USU sudah menggunakan sistem layanan mandiri dengan menggunakan
kecanggihan teknologi yaitu mesin RFID sehingga mempermudah kegiatan sirkulasi
di perpustakaan USU. Pemustaka dapat melakukan kegiatan peminjaman,
perpanjangan dan pengembalian buku secara mandiri dengan menggunakan mesin RFID
dengan panduan yang sudat tertera jadi tidak perlu lagi membutuhkan bantuan
pustakawan dalam kegiatan sirkulasi.
Daftar Pustaka
Brady,
Shaun et.al. 2011. Customer services excellence in the self-service public
library state library of Victoria: share leadership program 2009-10.
Lasa,
H.S. 2008. Jenis-jenis pelayanan informasi di pepustakaan. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.
Meuter, Matthew
L. Amy L. Ostrom, Robert I. Roundtree, Mary Jo Bitner (2005). Self0service
technologies: understanding customer
satisfaction with technology: Based Service Encounters. Journal Of Marketing:
July 2000, Vol. 64, No. 3.



