KOLEKSI CETAK DAN NON CETAK DI PERPUSTAKAAN
Perpustakaan
merupakan suatu institusi yang menyediakan layanan jasa informasi. Informasi dikemas
dalam berbagai bentuk cetak dan non cetak. Itulah yang disebut dengan koleksi
perpustakaan yang merupakan hasil karya dari buah pikiran manusia.
Adanya
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak informasi yang
dibutuhkan serta semakin banyak pula berbagai jenis bahan pustaka yang
tersedia. Hal ini menuntut perpustakaan untuk dapat mengembangkan koleksinya
sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Berikut ini adalah
jenis-jenis bahan pustaka dalam berbagai bentuk media :
1. Karya Cetak
Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam
bentuk cetak. Adapun karya cetak termasuk:
a)
Buku
Buku atau dikenal juga dengan istilah monograf adalah bahan pustaka
yang merupakan satu kesatuan utuh tidak berseri. Berdasarkan standar UNESCO,
tebal buku paling sedikit 48 halaman tidak termasuk kulit ataupun jaket buku.
Di antaranya adalah buku teks, buku rujukan, buku fiksi. Biasanya dilengkapi
dengan nomor standar intenasional, yaitu ISBN (Internationsl Standard Book
Number).
b)
Terbitan
Berseri
Terbitan berseri adalah bahan pustaka yang direncanakan untuk
diterbitkan terus-menerus dengan jangka waktu terbit tertentu. Misalnya, surat
kabar (harian), tabloid, majalah (mingguan, bulanan), buletin, jurnal, warta/newsletter,
laporan tahunan. Untuk jenis terbitan berseri menggunakan nomor standar ISSN (International
Standard Serial Number).
2. Karya NonCetak
Karya noncetak adalah bahan pustaka yang informasinya disampaikan
dalam bentuk suara, gambar, teks, dan juga kombinasi dari bentuk-bentuk
tersebut. Istilah lain dari karya ini adalah nonbooks materials (bahan
nonbuku), nonprint (bahan noncetak), dan audiovisual materials (bahan
pandang dengar). Karya non cetak meliputi:
a. Rekaman suara
Karya ini dituangkan dalam bentuk piringan hitam, pita kaset, dan
cakram (disk). Jika dilihat dari segi isi, diantaranya adalah rekaman
musik, wawancara, seminar, ceramah, pelajaran bahasa Inggris, dan sebagainya.
b. Film
(gambar hidup) dan rekaman video
Film ada dua macam, yaitu film yang bersuara dan film yang tidak
bersuara. Jika dilihat dari segi fisiknya ada 3 macam, yaitu film yang
berukuran 18 mm, 16 mm, dan 35 mm. Alat bantu yang digunakan untuk melihatnya
adalah proyektor dan layar.
3. Rekaman
video
Rekaman video mencakup semua bentuk video, diantaranya yang
berbentuk kaset, gulungan, dan cakram. Alat bantu yang digunakan adalah
televisi, komputer, VCR (Video Casette Recorder).
4. Bahan
Grafika
Bahan grafika adalah bahan pustaka yang harus diproyeksikan,
misalnya :
a. Filmstrip, yaitu selongsongan film yang memuat gambar dalam
urutan tertentu yang diproyeksikan satu persatu.
b. Slide, yaitu gambar dalam suatu media film atau bahan trasparan
lain yang harus dilihat dengan bantuan proyektor slide.
c. Trasparansi, yaitu selembar bahan trasparan yang berisi gambar
dan dirancang untuk digunakan dengan overhead projector atau kotak sinar.
5. Bahan
Kartografi
Bahan kartografi adalah semua karya yang merupakan representasi
grafika dari bumi, matahari, bulan, planet-planet, dan badan-badan ruang
angkasa lainnya. Bahan pustaka ini dapat berbentuk dua dimensi atau tiga
dimensi. Misalnya, peta ruang angkasa, atlas, globe, foto udara, dan
sebagainya.
6. Bentuk Mikro
Bentuk mikro adalah semua bahan pustaka yang menggunakan media film
dan tidak dapat dibaca tanpa menggunakan alat bantu (microreader).
Contoh bentuk mikro antara lain :
a. Mikrofilm,
yaitu bentuk gulungan film yang berukuran 16 mm dan 35 mm.
b. Mikrofis,
yaitu bentuk lembaran sebesar kartu pos, berukuran 4x6 inci atau 3x5 inci.
Sumber informasi ini dikenal dengan istilah eye-readable material.
c. Aperture
card, adalah satu lembar mikrofilm ukuran 35 mm yang ditempelkan pada
lembaran kartu.
d. Microfilm
Cartridge, bentuknya sama dengan mikrofilm ukuran 16 mm, namun selain
ditempatkan pada satu kemasan film juga diberikan suatu tanda agar pada waktu
membacanya dapat dilakukan secara otomatis.
e. Microfilm
jackets, adalah bentuk mikrofilm yang dimasukkan ke dalam kantong plastik
transparan yang mempunyai jalur-jalur dan berisi 12 atau 14 lembar.
7. Sumber Daya
Elektronik
Sumber daya elektronik adalah informasi yang dituangkan dalam
bentuk buku atau jurnal ektronik yang biasa dikenal dengan istilah electronic
collection (e-collection). Contoh sumber daya elektronik adalah
CD-ROM (Compact Disk read Only emory), disket, jurnal online.
Referensi:
Yulia, Y. (2014). Pengembangan
koleksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar